Tutuyan — Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) resmi meluncurkan Indeks Partisipasi Pilkada (IPP) Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024, sebagai langkah baru dalam mengukur tingkat keterlibatan masyarakat secara lebih mendalam dalam proses demokrasi. Kegiatan peluncuran IPP ini digelar di Jakarta, Sabtu (18/10/2025), dan diikuti secara daring oleh seluruh jajaran KPU provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia.
Dari KPU Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), kegiatan tersebut diikuti melalui Zoom Meeting oleh Divisi Partisipasi dan Hubungan Masyarakat (Parhubmas) serta SDM KPU Boltim, Ikal Salehe, didampingi Kasubbag Parmas Hendra V.S. Marentek, dan Staf Parmas Abdul Wahid Ibrahim.
Dalam kegiatan tersebut, Komisioner KPU RI August Mellaz menjelaskan bahwa peluncuran IPP merupakan bentuk inovasi untuk mengukur kualitas partisipasi masyarakat, bukan hanya kuantitas.
“IPP menjadi media untuk mendokumentasikan segenap proses pembelajaran dalam visi pendidikan pemilih berkelanjutan, yang fase pertamanya merekam inisiatif dan kemudian inovasi yang mendorong partisipasi,” jelas Mellaz.
Sulawesi Utara masuk dalam empat Provinsi Paling Partisipatif : Dari hasil pengukuran IPP, empat provinsi menempati posisi tertinggi dalam kategori participatory, yakni:
• Jawa Timur (80,87%)
• Jawa Tengah (79,10%)
• Sulawesi Utara (79,05%)
• Sulawesi Selatan (78,27%)
Sementara itu, 31 provinsi lainnya masuk dalam kategori engagement, dan hanya 2 provinsi berada di level involvement. Pada tingkat kabupaten/kota, terdapat 24 daerah participatory, 446 daerah engagement, dan 38 daerah involvement.
Dorongan untuk Daerah dan Tantangan ke Depan Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin menegaskan bahwa peningkatan partisipasi pemilih masih menjadi pekerjaan besar. Menurutnya, inovasi dan riset harus terus dilakukan agar masyarakat tidak hanya datang ke TPS, tetapi juga aktif dalam seluruh proses demokrasi.
“Partisipasi yang bermakna adalah ketika masyarakat tidak hanya memilih, tapi juga memahami dan ikut menjaga proses demokrasi berjalan jujur, adil, dan inklusif,” ujar Afifuddin.
Melalui partisipasi dalam kegiatan nasional ini, KPU Boltim menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat strategi sosialisasi dan pendidikan pemilih di tingkat lokal. Kadiv Parhubmas dan SDM, Ikal Salehe, menyampaikan bahwa peluncuran IPP menjadi inspirasi bagi KPU Boltim dalam mengembangkan pendekatan baru agar partisipasi masyarakat semakin berkualitas.
Makna Bagi Demokrasi Lokal : Peluncuran IPP menandai perubahan paradigma dalam pengukuran partisipasi demokrasi — dari sekadar “berapa banyak yang hadir di TPS” menjadi “seberapa bermakna keterlibatan mereka”.